Jakarta, ZonaNarasi.Com – Donald Trump kembali menjadi sorotan internasional dengan pernyataannya yang mengejutkan. Mantan Presiden AS itu mengklaim, tanpa kehadiran Amerika Serikat di panggung global, Eropa saat ini kemungkinan besar akan berbicara bahasa Jerman dan Jepang.
Pernyataan ini disampaikan dalam konteks pengaruh politik dan ekonomi Amerika Serikat terhadap dunia. Trump menekankan bahwa dominasi AS di bidang diplomasi, militer, dan ekonomi telah menjadi penopang penting bagi penyebaran bahasa dan budaya global, termasuk di Eropa.
Komentar Trump ini langsung memicu perdebatan. Beberapa pihak menilai pernyataan tersebut hiperbolik, namun ada pula yang menganggapnya sebagai kritik terhadap peran Eropa yang terlalu bergantung pada AS dalam urusan internasional.
Dalam wawancara tersebut, Trump juga menyinggung peran historis Jerman dan Jepang sebagai kekuatan ekonomi besar. Ia menekankan, tanpa AS, pengaruh kedua negara tersebut bisa lebih dominan di kancah global, terutama dalam teknologi, industri, dan diplomasi.
Pernyataan ini menjadi sorotan media di berbagai negara dan menimbulkan reaksi beragam di kalangan politisi, analis internasional, serta masyarakat umum. Banyak pihak yang menekankan pentingnya diplomasi kolektif antara negara-negara besar tanpa menafikan peran AS.
Trump menutup komentarnya dengan menegaskan bahwa posisi AS selama ini strategis untuk menjaga keseimbangan global. Pernyataan kontroversial ini kembali memperkuat citranya sebagai tokoh politik yang selalu siap memicu perdebatan publik di tingkat internasional.

