Jakarta, ZonaNarasi.com – Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus memakan korban. Laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan bahwa jumlah korban meninggal akibat bencana ini telah bertambah menjadi 47 orang, meningkat dari laporan sebelumnya. Selain korban jiwa, puluhan warga masih dilaporkan hilang dan ribuan lainnya harus mengungsi sementara.
Banjir bandang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan Agam selama beberapa hari, memicu tanah longsor dan meluapnya sungai-sungai kecil yang melintasi pemukiman padat penduduk. Dampaknya sangat luas, merusak rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur vital.
Kondisi Lapangan dan Evakuasi Korban
Tim SAR gabungan, BPBD, TNI, Polri, serta relawan lokal terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi di wilayah terdampak. Tantangan utama yang mereka hadapi antara lain:
- Jalur terputus akibat longsor dan pohon tumbang
- Aliran sungai yang masih deras dan tidak stabil
- Akses ke desa-desa terpencil sangat terbatas
Sejumlah warga yang selamat dievakuasi ke posko pengungsian darurat yang menyediakan makanan, minuman, dan layanan medis.
Dampak Bencana
Dampak banjir bandang di Agam meliputi:
- Puluhan rumah rusak berat dan ringan
- Infrastruktur jalan dan jembatan terputus
- Sekolah dan fasilitas kesehatan terdampak
- Ribuan warga harus mengungsi
BPBD bersama aparat keamanan terus memprioritaskan wilayah dengan korban hilang dan rumah yang terdampak parah.
Koordinasi Penanganan Darurat
Pemerintah daerah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat tanggap darurat:
- Distribusi bantuan logistik berupa makanan, air bersih, dan obat-obatan
- Pemulihan jalur transportasi agar bantuan bisa tersalurkan lebih cepat
- Pendataan korban hilang dan warga terdampak
Kapolres Agam menyampaikan, tim SAR akan terus bekerja siang dan malam untuk menemukan korban hilang dan memastikan bantuan tersalurkan dengan merata. Bencana ini kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana dan juga solidaritas antarwarga. Pemerintah menghimbau warga yang berada di daerah rawan untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi evakuasi. Masyarakat juga diajak untuk membantu korban melalui donasi atau menjadi relawan di posko pengungsian. Tragedi banjir bandang Agam menelan korban jiwa yang signifikan, maka dengan jumlah meninggal kini mencapai 47 orang. Tim SAR dan juga pemerintah terus bekerja keras untuk menyelamatkan korban, menyalurkan bantuan, dan memulihkan kondisi wilayah terdampak. Solidaritas, kerja cepat, dan juga koordinasi lintas instansi menjadi kunci untuk membantu warga Agam bangkit dari bencana ini.
