ZonaNarasi.Com – Upaya pelestarian lingkungan terus galakkan oleh berbagai pihak. Kali ini, Polisi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar kegiatan penanaman mangrove sekaligus bersih-bersih pantai di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Aksi ini menjadi simbol nyata kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir.
Pulau Tidung pilih karena memiliki peran penting sebagai kawasan wisata sekaligus wilayah pesisir yang rentan terhadap abrasi. Penanaman mangrove dan pembersihan pantai nilai sebagai langkah strategis untuk menjaga keseimbangan lingkungan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga laut dan pesisir.
Aksi Polisi dan Forkopimda Jaga Lingkungan Pesisir
Kegiatan penanaman mangrove lakukan di sejumlah titik pesisir Pulau Tidung yang rawan abrasi. Polisi dan Forkopimda secara langsung turun ke lapangan, menanam bibit mangrove bersama warga dan relawan. Mangrove pilih karena memiliki fungsi vital dalam menahan gelombang laut, mencegah abrasi, serta menjadi habitat berbagai biota laut.
Selain penanaman mangrove, kegiatan bersih-bersih pantai juga menjadi fokus utama. Sampah plastik dan limbah laut yang terbawa arus bersihkan dari sepanjang garis pantai. Aksi ini tidak hanya bertujuan memperindah kawasan wisata, tetapi juga melindungi ekosistem laut dari dampak pencemaran.
Perwakilan kepolisian menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung pelestarian lingkungan. Polisi tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Forkopimda menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program lingkungan. Dengan melibatkan aparat, pemerintah, dan warga, upaya menjaga pesisir harapkan bisa berjalan berkelanjutan, bukan hanya bersifat seremonial.
Manfaat Mangrove dan Kesadaran Masyarakat
Penanaman mangrove di Pulau Tidung membawa manfaat jangka panjang. Selain melindungi pantai dari abrasi dan intrusi air laut, mangrove juga berfungsi sebagai penyerap karbon alami yang membantu mengurangi dampak perubahan iklim. Keberadaan hutan mangrove turut mendukung kelestarian ekosistem laut dan sektor perikanan.
Kegiatan bersih-bersih pantai juga memiliki nilai edukatif. Masyarakat dan wisatawan ajak untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kesadaran ini penting mengingat Pulau Tidung merupakan destinasi wisata yang ramai kunjungi.
Warga setempat menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka berharap aksi penanaman mangrove dan pembersihan pantai dapat lakukan secara rutin. Lingkungan yang bersih dan terjaga tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memperkuat daya tarik wisata Pulau Tidung.
Kegiatan Polisi dan Forkopimda ini menjadi contoh nyata bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan aksi sederhana namun konsisten, dampak positif dapat rasakan dalam jangka panjang. Pulau Tidung harapkan tetap menjadi kawasan pesisir yang indah, lestari, dan mampu wariskan kepada generasi mendatang sebagai aset alam yang berharga.

