Jakarta, ZonaNarasi.Com – Pengamat politik Haikal Hassan menyampaikan keprihatinannya atas tindakan pihak tertentu yang menghina dan memaki Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan dan tokoh politik senior Indonesia. Menurut Haikal, perilaku seperti ini tidak hanya merendahkan lawan politik, tetapi juga menodai etika berpolitik yang sehat dan demokratis.
Haikal menegaskan bahwa setiap tokoh politik, termasuk Prabowo, seharusnya dihormati, meskipun ada perbedaan pandangan atau kebijakan.
“Dalam demokrasi, kita boleh berbeda pendapat. Namun, penghinaan dan makian terhadap individu justru menunjukkan kemunduran budaya politik kita,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Senin (8/1/2026).
Pengamat ini menekankan bahwa serangan personal terhadap tokoh publik bukanlah bentuk kritik yang konstruktif. Sebaliknya, hal ini dapat memicu polarisasi masyarakat dan mengurangi kualitas diskusi politik di ruang publik. Haikal mengajak semua pihak untuk lebih bijak dalam mengekspresikan pendapat, terutama di media sosial yang sering menjadi ajang serangan verbal.
Pentingnya Etika dan Santun dalam Politik
Haikal Hassan juga menyoroti pentingnya menjaga etika dan sikap santun dalam perbedaan pendapat politik. Menurutnya, masyarakat dan tokoh politik harus mampu menyampaikan kritik secara elegan tanpa menjatuhkan harga diri orang lain. Dengan demikian, politik Indonesia bisa berjalan lebih sehat, produktif, dan bebas dari konflik yang bersifat personal.
“Politik bukan tempat untuk saling memaki, melainkan sarana untuk membangun negara melalui debat sehat. Kita harus bisa menilai kebijakan, bukan menyerang pribadi,” tambah Haikal.
Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan bagi warganet dan kelompok politik yang sering menggunakan kata-kata kasar untuk menyerang lawan. Haikal juga menyoroti fenomena media sosial yang memperbesar dampak hinaan dan makian. Dalam beberapa kasus, kata-kata yang viral dapat menimbulkan ketegangan politik dan sosial di masyarakat. Oleh karena itu, ia menyerukan agar pengguna media sosial bertanggung jawab dan memahami batasan kebebasan berekspresi.
Pengamat politik ini menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan Prabowo sah-sah saja, selama sampaikan dengan cara yang mendidik, logis, dan santun. Ia berharap semua pihak dapat menahan diri dari serangan personal dan lebih fokus pada substansi politik, program kerja, dan kebijakan publik.
Pernyataan Haikal Hassan ini mendapat perhatian luas, terutama di kalangan pengamat politik dan masyarakat yang peduli dengan etika berpolitik. Kritik dan perbedaan pendapat anggap sebagai bagian dari demokrasi, namun harus lakukan dengan cara yang menjunjung nilai moral dan etika.
Dengan pesan ini, Haikal Hassan menekankan bahwa menjaga martabat tokoh publik dan etika dalam berpolitik bukan hanya tanggung jawab elit politik, tetapi juga masyarakat luas. Etika politik yang baik harapkan mampu memperkuat demokrasi dan membangun budaya politik yang sehat di Indonesia.

