Jakarta, ZonaNarasi.Com – Kawasan Banten Lama kembali menjadi sorotan karena rawan banjir. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyebut salah satu penyebab utama genangan di wilayah ini adalah rumah warga yang menutup aliran kanal. Kondisi ini menghambat drainase dan memperparah risiko banjir saat hujan deras atau pasang air laut.
Fenomena ini menjadi perhatian serius karena Banten Lama merupakan kawasan historis dan padat penduduk. Selain merusak fasilitas publik, banjir juga mengganggu aktivitas warga sehari-hari serta berdampak pada sektor ekonomi lokal, termasuk perdagangan dan pariwisata. Pemprov menegaskan bahwa penanganan kawasan rawan banjir memerlukan sinergi antara pemerintah dan warga.
Penyebab Banjir di Banten Lama
Menurut Pemprov Banten, salah satu faktor utama banjir di Banten Lama adalah penyempitan aliran kanal akibat bangunan rumah yang berdiri di sepanjang jalur drainase. Banyak rumah yang menutup aliran air sehingga kapasitas kanal menurun drastis. Akibatnya, saat curah hujan tinggi, air tidak dapat mengalir dengan lancar dan menyebabkan genangan.
Selain itu, sedimentasi dan sampah yang menumpuk di kanal juga memperparah kondisi. Sejumlah titik drainase tidak dapat menampung debit air yang meningkat, terutama saat hujan lebat sertai pasang surut air laut. Pemprov menekankan pentingnya pemeliharaan rutin kanal, termasuk normalisasi dan pembersihan agar fungsi drainase kembali optimal.
Kepadatan penduduk di Banten Lama juga menjadi tantangan tersendiri. Warga sering membangun rumah atau menambahkan struktur di atas saluran air untuk memanfaatkan lahan sempit. Hal ini mempersulit pemerintah dalam melakukan normalisasi tanpa menimbulkan konflik sosial.
Upaya Pemprov Atasi Banjir dan Sosialisasi Warga
Pemprov Banten menyatakan telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi risiko banjir. Salah satunya adalah sosialisasi kepada warga agar tidak membangun di atas jalur kanal. Pemerintah juga melakukan pemetaan titik rawan banjir, normalisasi kanal kritis, dan pembuatan saluran tambahan untuk memperlancar aliran air.
Selain itu, Pemprov mendorong kolaborasi dengan pemerintah kota dan pihak terkait untuk memperkuat sistem drainase. Edukasi warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan kanal dan tidak menutup saluran air menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
Pemprov berharap pendekatan ini dapat menciptakan kesadaran bersama bahwa rumah yang menghalangi kanal tidak hanya membahayakan pemiliknya, tetapi juga lingkungan sekitar. Pemerintah menekankan bahwa solusi banjir tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan partisipasi aktif warga, termasuk relokasi bangunan yang mengganggu jalur air.
Dengan langkah-langkah ini, Pemprov Banten optimistis risiko banjir di Banten Lama dapat ditekan. Penanganan yang tepat diharapkan dapat meminimalkan dampak banjir, menjaga kenyamanan warga, dan sekaligus melestarikan kawasan bersejarah tersebut.

