Mengapa Demo Iran Saat Ini Berbeda dari Aksi Protes Sebelumnya

Mengapa Demo Iran Saat Ini Berbeda dari Aksi Protes Sebelumnya

Jakarta, ZonaNarasi.Com – Gelombang protes yang melanda Iran sejak akhir Desember 2025 Januari 2026 berbeda secara signifikan dari demonstrasi‑demo sebelumnya. Sekilas, semua protes tampak sama: rakyat turun ke jalan, menentang ketidakadilan dan pemerintah. Namun, akar penyebab, luasnya partisipasi, tuntutan politik, dan respons pemerintah menjadikan gelombang terbaru ini unik dalam sejarah modern Iran.

Secara tradisional, protes di Iran sering picu oleh isu sosial atau spesifik, seperti kebijakan pemerintah yang tidak populer, harga bahan bakar, atau pelanggaran hak individu. Protes sekarang lebih luas dan kompleks, mencerminkan ketidakpuasan mendalam terhadap sistem pemerintahan secara keseluruhan, bukan hanya terhadap satu kebijakan.

Akar Ekonomi yang Lebih Dalam dan Partisipasi Luas

Aksi protes terbaru di Iran berawal dari krisis ekonomi yang serius termasuk inflasi tinggi, nilai mata uang yang anjlok, dan harga kebutuhan pokok yang melambung. Ketidakpuasan terhadap kondisi hidup ini memicu gerakan yang mulai oleh pemilik toko di Grand Bazaar Tehran, lalu menyebar ke banyak kota besar serta wilayah di seluruh Iran.

Perbedaan utama bandingkan gelombang protes sebelumnya adalah cakupan sosialnya. Sementara protes tahun‑tahun sebelumnya sering dominasi oleh kelompok tertentu misalnya mahasiswa pada 2009, atau perempuan dalam gerakan Woman, Life, Freedom sejak 2022 kali ini melibatkan beragam lapisan masyarakat: mahasiswa, pekerja, pedagang, bahkan kelompok menengah ke bawah yang merasakan dampak langsung krisis ekonomi.

Kemudian, eskalasi cepat tuntutan tidak lagi hanya soal ekonomi. Aksi ini dengan cepat berubah menjadi kritik terarah terhadap rezim dan pemimpin tertinggi negara, termasuk slogan yang menyerukan pengakhiran kekuasaan Ayatollah Ali Khamenei sesuatu yang jarang terlihat dalam demonstrasi terdahulu.

Tuntutan Politik yang Lebih Radikal dan Respons Rezim

Selain sebabkan oleh masalah ekonomi, protes kali ini menampilkan tuntutan politik yang lebih radikal. Yang secara langsung menentang struktur kekuasaan negara. Banyak demonstran tidak hanya menginginkan perbaikan ekonomi, tetapi juga reformasi sistemik, bahkan perubahan rezim secara total berbeda dari beberapa protes sebelumnya yang lebih fokus pada isu kebijakan tertentu.

Selain itu, pemerintah Iran merespons dengan cara yang lebih berat. Termasuk pemadaman internet secara nasional untuk membatasi komunikasi dan penyebaran informasi. Sebuah tindakan represif yang juga terjadi di masa lalu, tetapi kali ini lebih luas dan sistemik.

Secara internasional, gelombang protes ini juga menarik perhatian media dan kekuatan asing. Ada laporan tentang respons serta ancaman dari negara lain, termasuk diskusi tentang kemungkinan campur tangan luar. Hal ini menambah kompleksitas dan membuat protes kali ini berbeda dari demonstrasi internal yang lebih terfokus sebelumnya.

Secara keseluruhan, protes Iran kali ini lebih luas, lebih merata secara sosial, dan menuntut perubahan politik yang jauh lebih mendalam bandingkan protes pada dekade terakhir. Demonstrasi bukan lagi sekadar reaksi spontan, tetapi mencerminkan fragmentasi sosial dan ketidakpuasan sistemik terhadap rezim yang telah lama berkuasa.

By Minerva

Related Post