Jakarta, ZonaNarasi.Com – Presiden Donald Trump resmi menarik Amerika Serikat (AS) keluar dari 66 organisasi internasional dan badan global, termasuk lembaga-lembaga yang terafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun organisasi non-PBB. Langkah ini umumkan setelah Trump menandatangani memorandum kepresidenan yang menginstruksikan seluruh lembaga pemerintah untuk menghentikan dukungan finansial dan partisipasi AS dalam organisasi yang sebut “bertentangan dengan kepentingan nasional” Washington.
Pemerintah AS menyatakan bahwa sebagian besar organisasi yang akan tinggalkan berfokus pada isu-isu. Seperti perubahan iklim, migrasi, tenaga kerja, serta keberagaman dan inklusi sosial bidang yang menurut administrasi Trump cap sebagai agenda globalis atau “woke” yang tidak sejalan dengan fokus kebijakan nasional.
Menurut pernyataan resmi, keputusan ini muncul setelah tinjauan menyeluruh terhadap keikutsertaan AS dalam organisasi internasional. Trump dan timnya menilai banyak lembaga tersebut tidak efektif, mubazir, kelola buruk, atau bahkan berpotensi membahayakan kedaulatan dan kemakmuran AS.
Beberapa organisasi utama yang terkena dampak termasuk Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), badan PBB untuk pemberdayaan perempuan dan demografi. Serta sejumlah forum dan aliansi internasional yang mengatur isu energi, demokrasi, dan kerjasama regional.
Keseluruhan keputusan ini mencerminkan visi kebijakan luar negeri. Trump yang mengutamakan “kepentingan Amerika dulu” (America First) dan melihat keterlibatan dalam banyak organisasi multilateral sebagai beban finansial serta gangguan terhadap prioritas domestik.
Dampak Keputusan dan Reaksi Internasional
Keputusan menarik AS dari puluhan organisasi global ini perkirakan akan memiliki dampak luas baik di dalam maupun luar negeri.
1. Isolasi dalam Kerjasama Global
Keputusan ini pandang sebagai bentuk retreat AS dari kerjasama global dalam isu-isu seperti perubahan iklim, kesehatan global, dan hak asasi manusia. Misalnya, dengan keluar dari UNFCCC dan badan iklim lainnya, AS kini menjadi salah satu negara besar yang tidak terlibat. Dalam kerangka utama negosiasi iklim global sesuatu yang khawatirkan para ilmuwan dan diplomat. Akan menghambat upaya kolektif menurunkan emisi gas rumah kaca.
2. Dampak pada Aliansi dan Hubungan Diplomatik
Beberapa sekutu AS mengecam langkah ini sebagai langkah yang merusak reputasi Amerika dan melemahkan pengaruhnya di forum internasional. Sekretaris-Jenderal PBB bahkan menyatakan “keprihatinan” atas keputusan tersebut, sementara beberapa anggota parlemen dan diplomat luar negeri. Mengatakan keputusan ini berpotensi memperlemah hubungan strategis dengan negara-negara lain.
3. Pengaruh terhadap Kebijakan Domestik
Di dalam negeri, langkah ini memicu debat tajam. Pendukung Trump menyatakan kebijakan ini akan menghemat uang pembayar pajak AS dan melindungi kedaulatan nasional. Sementara para kritikus menilai bahwa keputusan itu mengurangi kemampuan AS untuk mempengaruhi standar global. Teknologi, dan kerja sama di bidang-bidang kunci seperti kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.
Secara keseluruhan, keputusan Trump menarik AS keluar dari 66 organisasi dunia menciptakan sebuah pergeseran besar dalam arah kebijakan luar negeri. Menandai penguatan sikap skeptis terhadap multilateralismo dan prioritas kuat pada kedaulatan nasional. Keputusan ini perkirakan akan berlanjut menjadi bahan diskusi politik intens, baik di Amerika Serikat maupun di panggung diplomasi global.

