Jakarta, ZonaNarasi.Com – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa program MBG (Makanan Bergizi Gratis) akan berikan khusus untuk anak jalanan di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan anak-anak yang rentan kekurangan gizi dan hidup di jalan mendapatkan perhatian dan dukungan nutrisi yang memadai.
Program MBG bertujuan untuk memperbaiki status gizi anak-anak, mencegah stunting, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. BGN bekerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga sosial, dan organisasi non-pemerintah untuk menyalurkan makanan bergizi secara rutin. Setiap paket MBG rancang sesuai standar gizi yang rekomendasikan oleh Kementerian Kesehatan, sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat dan berkembang optimal.
Kepala BGN menyatakan, “Anak jalanan sering kali tidak memiliki akses ke makanan bergizi secara teratur. Dengan MBG, kami ingin memastikan mereka mendapatkan hak dasar untuk makan sehat, sehingga masa depan mereka lebih baik.”
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menanggulangi ketimpangan gizi di kalangan anak-anak marginal, terutama di kota-kota besar dan wilayah padat penduduk.
Anak Disabilitas Terima MBG dari Kemensos
Sementara itu, anak-anak disabilitas yang membutuhkan bantuan gizi akan menerima dukungan melalui Kementerian Sosial (Kemensos). Kemensos menyiapkan skema distribusi MBG khusus bagi anak-anak penyandang disabilitas, dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi, kondisi kesehatan, dan aksesibilitas.
Melalui koordinasi antara BGN dan Kemensos, pemerintah memastikan tidak ada anak yang terlewatkan. Anak jalanan mendapatkan MBG langsung dari BGN, sedangkan anak disabilitas mendapatkan paket melalui jaringan panti sosial, sekolah inklusif, dan organisasi pendamping disabilitas. Ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menjamin hak anak atas gizi yang layak, sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak dan program kesejahteraan sosial.
Kemensos menegaskan bahwa distribusi MBG akan lakukan secara rutin, dengan pemantauan ketat agar kualitas gizi tetap terjaga. Anak-anak disabilitas juga akan mendapatkan edukasi gizi dan pendampingan agar program ini efektif meningkatkan kesehatan mereka. Langkah ini sekaligus menunjukkan sinergi antarinstansi pemerintah dalam melindungi kelompok rentan dan memastikan keberlanjutan program sosial.
Para ahli gizi dan aktivis anak menyambut baik kebijakan ini. Mereka menilai bahwa fokus pemerintah pada anak jalanan dan anak disabilitas. Menunjukkan perhatian terhadap kelompok yang paling rentan terhadap masalah kesehatan dan gizi buruk. Selain itu, program ini harapkan dapat menjadi model kolaborasi lintas lembaga untuk program perlindungan anak lainnya.
Dengan BGN menyalurkan MBG untuk anak jalanan dan Kemensos menangani anak disabilitas, pemerintah menegaskan bahwa tidak ada anak yang tertinggal. Program ini tidak hanya memberikan makanan bergizi, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak untuk tumbuh sehat, belajar dengan baik, dan meraih masa depan yang lebih cerah.

