Jakarta, ZonaNarasi.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah (Pemda) dalam memperkuat kerukunan umat beragama di seluruh Indonesia. Pernyataan ini sampaikan saat menghadiri forum koordinasi lintas agama di Jakarta, di mana Wamendagri menekankan bahwa menjaga kerukunan umat bukan sekadar warisan, tetapi amanah yang harus jalankan demi kepentingan bangsa dan negara.
Menurut Wamendagri, Pemda memiliki tanggung jawab strategis dalam menciptakan masyarakat yang harmonis. Dalam konteks Indonesia yang majemuk, perbedaan suku, agama, dan budaya bisa menjadi sumber kekuatan jika dikelola dengan baik. Namun, jika kerukunan terganggu, potensi konflik bisa muncul, yang berdampak langsung pada stabilitas sosial dan pembangunan daerah. Oleh karena itu, Wamendagri mengimbau seluruh kepala daerah dan perangkatnya untuk aktif menjaga toleransi serta memfasilitasi dialog antarumat beragama secara rutin.
Langkah Pemda dalam Memperkuat Kerukunan Umat
Wamendagri menyoroti beberapa strategi yang bisa lakukan Pemda untuk menjaga kerukunan. Pertama, mendorong kegiatan lintas agama di masyarakat, seperti gotong royong, seminar toleransi, dan kegiatan sosial yang melibatkan berbagai komunitas. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan solidaritas, tetapi juga membangun pemahaman dan penghargaan terhadap perbedaan. Kedua, memastikan kebijakan daerah inklusif. Wamendagri menekankan pentingnya regulasi yang menghormati hak setiap warga tanpa diskriminasi, serta mendukung program-program yang menguatkan nilai toleransi.
Pemda harapkan memiliki jalur komunikasi yang terbuka dengan tokoh agama, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan untuk menanggapi isu-isu sensitif secara cepat dan tepat. Selain itu, Wamendagri menekankan pentingnya pendidikan dan sosialisasi nilai kerukunan sejak dini. Sekolah dan lembaga pendidikan di daerah perlu memasukkan pendidikan multikultural dan toleransi sebagai bagian dari kurikulum, agar generasi muda memahami pentingnya menjaga persatuan.
Urgensi Amanah Kerukunan Umat
Wamendagri menegaskan bahwa kerukunan umat bukan sekadar warisan budaya atau tradisi, melainkan amanah yang harus jaga oleh pemerintah dan masyarakat. Menjaga persatuan dan toleransi adalah kewajiban moral sekaligus tanggung jawab negara untuk menciptakan stabilitas nasional. Menurutnya, Pemda yang berhasil menjaga kerukunan akan melihat dampak positif dalam pembangunan, keamanan, dan kualitas hidup masyarakat. Sebaliknya, konflik yang muncul akibat kurangnya toleransi bisa memperlambat pembangunan, mengganggu investasi, dan merusak reputasi daerah.
Pesan Wamendagri juga menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa setiap warga memiliki peran dalam menjaga kerukunan. Dukungan masyarakat, tokoh agama, dan lembaga lokal sangat penting agar kebijakan dan program Pemda bisa berjalan efektif. Dengan komitmen bersama antara Pemda dan warga, kerukunan umat beragama dapat menjadi fondasi kuat bagi persatuan bangsa, menciptakan masyarakat Indonesia yang harmonis, damai, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
